Kita adalah cerita, tak perlu bersua untuk saling menyapa. Kita layaknya aksara, biarkan aku mendekat walau lagi-lagi hanya menjadi pembaca cerita. Ingin rasanya aku menuliskan semua ke dalam buku. Sebut saja buku ‘KITA’, yang setiap waktu bisa kita baca bersama, meski di belahan bumi yang berbeda
Sambil sesekali melihat layar ponsel, aku pun melanjutkan menulis ceritaku di blog. Di musim liburan seperti ini lah menurutku waktu-waktu terbaik untuk kuhabiskan berdamai dengan kata dan cerita. Atau terkadang berjam-jam kubunuh waktu hanya dengan membuat poster dan menjelajah di internet. Sekali lagi aku melihat layar ponselku, akhirnya kutemukan namanya menggantung di sana. Ada dua pesan darinya, seperti biasa setiap pukul 21.00 lewat dia selalu mengirimiku pesan. Entah itu hanya sapaan sederhana atau rentetan pertanyaannya yang kadang membuatku tersenyum sendiri membacanya. Dia seperti menanyakan segala hal, she is a curious girl.
Rasanya kembali teringat waktu pertama kali aku menyapanya di salah satu situs jejaring sosial dengan ciri khas warna biru itu. Aku mengiriminya pesan, aku bahkan mengucapkan terima kasih padanya. Tentu dia kaget dengan isi pesanku, tapi dia tetap membalasnya, dia menanyakan alasanku tiba-tiba mengiriminya pesan seperti itu, tapi aku tidak menjawabnya dan membiarkannya tumbuh subur sebagai rahasia pertama di antara kita. Seperti halnya dia sekarang yang juga punya rahasia, dia selalu mengatakan padaku jika dia tidak ingin bertemu langsung denganku, entahlah, aku masih belum bisa mengira-ngira apa sebenarnya alasannya. Sempat terpikir jika mungkin dia memang lebih nyaman seperti ini, sebatas saling mengenal di dunia maya, saling bertukar kabar dan cerita-cerita baru lewat media sosial. Tapi apapun alasannya itu tidak terlalu jadi pikiran bagiku, aku sudah cukup senang dengan pertemanan ini, cukup senang walau hanya bisa menyapanya lewat doa-doa.
Tapi aku pun tidak keberatan menunggu jika suatu saat nanti dia berbaik hati menuliskan cerita pertemuan kita. Entahlah sudah berapa lama kita saling bertukar cerita, dia bahkan telah membaca semua postinganku di blog, jujur sebenarnya malu rasanya menerka-nerka apa gerangan yang ada di pikirannya saat membaca cerita-ceritaku ini, mungkinkah dia tertawa terbahak-bahak seperti biasanya atau hanya senyum kecil yang tersungging di bibirnya. Sepertinya memang aneh, dengan waktu sesingkat ini kita serasa sudah tahu bagaimana diri masing-masing, bahkan kita tak jarang juga saling menceritakan keluarga kita, aktivitas kita sehari-hari, warna kesukaan, tinggi badan, bahkan hal-hal yang lebih mendetail dan aneh lainnya. Sedikit membingungkan memang, ketika menemukan diri kita mau berbagi cerita tentang perasaan yang ada di dalam hati ini dengan seseorang yang belum pernah kita temui. Dia bahkan tahu siapa seseorang yang dulu pernah aku suka dan dia pun mau menceritakan siapa seseorang yang dulu pernah dia suka, ya memang awalnya dia tidak berkata jujur padaku, tapi akhirnya tiba-tiba dia mengirim chat padaku dan mengatakan sejujurnya, sejak saat itu entah mengapa aku merasa kita bisa lebih dekat dan saling mengenal lebih jauh lagi. Yang lagi-lagi hanya lewat barisan kata. Dia pernah bilang, dia lebih memilih menyukai seseorang daripada harus disukai seseorang, alasannya sungguh lucu, dia hanya takut jika ada yang menyukainya, itu saja.
Sebenarnya aku sempat bingung dengan jawabannya dan aku pun tidak tahu lebih memilih mana saat dia menanyakan hal itu pula padaku. Tapi kini aku mulai sedikit paham, ya.. takut, dia mungkin takut saat ada seseorang yang menyukainya karena secara tidak langsung ada beban baru, ada satu lagi perasaan yang harus kita jaga selain yang sudah ada di dalam dada.
Memang benar kata orang, jika bicara soal hati sepertinya tidak pernah ada kata mati. Semakin jauh ke sini, rasanya aku seperti candu. Iya candu. Candu untuk selalu menjawab pertanyaannya dan balik bertanya. Candu menunggu chatnya mampir di layar ponselku hingga membuatku ikut begadang menemaninya. Candu yang sebenarnya cukup bisa membuat perasaanku bertanya-tanya. Bolehkah berharap bukan hanya aku yang jadi pembaca cerita?
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: