Quantum Ikhlas (Part 1)

Dialah yang membuat yang tidak ada menjadi tampak nyata, dan meskipun itu ada, Dia pulalah yang membuatnya menjadi tidak tampak.

Jalaludin Rumi

Saat dulu SMA kita pernah belajar bahwa satuan terkecil pembentuk suatu materi adalah atom. Namun kapan kita bisa mengatakan sesuatu itu materi? Selama kita masih bisa melihat dan merasakannya. Lalu apa yang sebenarnya membentuk materi? Materi tercipta dari suatu getaran atau gelombang yang sangat cepat. Bahkan karena saking cepatnya, indera kita yang terbatas menangkapnya sebagai sesuatu yang ada, sesuatu yang terlihat. Seperti inilah dasar bagaimana sesuatu yang tidak terlihat adalah awal dari semua yang terlihat.

Dalam dunia fisika terdapat dua pandangan, yaitu fisika klasik dan fisika kuantum. Fisika klasik atau yang biasa disebut Newtonian memandang kejadian fisika berdasar pada sesuatu yang “solid”, yang terindra oleh manusia. Bahkan konsep mekanika yang ada pada paham ini berhasil membawa manusia hingga revolusi industri.

Di akhir abad 19 para ilmuwan mulai membuat penelitian mengenai benda benda yang amat kecil seperti atom. Namun konsep fisika klasik yang sudah ada tidak bisa digunakan dengan baik pada pola tingkah laku objek kali ini. Oleh sebab itulah muncul istilah seperti mekanika kuantum, fisika kuantum, atau teori kuantum.

Ada beberapa hal menarik tentang dunia kuantum. Pada level quanta, tingkatan terendah dari pembentuk materi, segala sesuatu berawal dari suatu “kehampaan”, berlakunya hukum ketidak-pastian, dan adanya hukum Non-Lokalitas, sehingga suatu materi bisa berada di tempat ini atau di mana-mana sekaligus. Quanta adalah gelombang yang memiliki kekuatan yang sangat dahsyat. Bisa kita lihat bagaimana nuklir menjadi salah satu produk Fisika Quantum. Apabila kita bisa mengotak-atik quanta tersebut maka akan ada Independent-shift dari objek yang kita ubah nilainya. Otomatis.

Nasib seseorang biasanya bergantung pada karakter yang dimilikinya. Adapun karakter terbentuk dari kebiasaan. Kebiasaan merupakan perwujudan dari tindakan-tindakan yang kita lakukan. Ketika kita bertindak tentu kita menggunakan pikiran kita. Hal yang paling mendasar dari sebuah pikiran adalah perasaan orang itu sendiri. Dari sini kita bisa melihat bagaimana Nasib, sesuatu yang terlihat, dipengaruhi oleh perasaan, sesuatu yang tidak terlihat.

Untuk memanipulasi kehidupan dari tingkatan yang paling dasar, tentu kita juga harus menggunakan tool  yang tidak terlihat pula. Oleh sebab itulah kita akan menggunakan “Ikhlas” dengan konsep kuantum. Ikhlas bukan berarti lemah, tak berdaya, dan hanya mengikuti arus. Dengan ikhlas terbukti bahwa seseorang akan menjadi sangat kuat, cerdas dan bijaksana. Sebab ketika seorang telah bersama Allah, maka tak ada yang tak mungkin.

Diriwayatkan oleh Imam Ja’far dalam kitab Al Bihar: “apabila seorang hamba berkata, “tiada daya dan kekuatan kecuali dengan Allah” maka Allah Menjawab, ‘Hai para malaikat-Ku, hamba-Ku telah ikhlas berpasrah diri, maka bantulah dia, tolonglah dia, dan sampaikan hajat keinginannya.’”

Masihkah kita berpikir dua kali untuk ikhlas pada rencana Allah?


Tulisan ini merupakan materi yang saya dapat ketika membaca buku Quantum Ikhlas yang ditulis oleh Erbe Sentanu. Jika saudara ingin mengetahui lebih lengkapnya silahkan membeli bukunya. Saya hanya mencoba berbagi apa yang saya dapatkan. Terimakasih telah membaca.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: