Pembaca Ceritamu

Kita memang tak pernah bertemu, tapi begitu menyenangkan bisa berbagi cerita bersamamu. Membaca ceritamu.

Hari itu, entah karena apa kita bisa memulai percakapan di media sosial. Tak ada pendekatan, tak ada perkenalan. Hanya status teman “facebook” yang membuat kita memulai semuanya. Kau yang pertama kali memulainya. Kau ucapkan terima kasih untuk sesuatu yang hingga hari ini aku tidak tahu pastinya. Ketika percakapan dimulai, akhirnya kita saling mengetahui, kita bisa berteman karena memiliki teman yang sama.

Suatu hari aku diamanahi menjadi panitia suatu kegiatan. Aku berharap kegiatan ini bisa diketahui oleh banyak orang. Teringat oleh ku, beberapa hari yang lalu telah berkenalan dengan seseorang. Sepertinya tak ada salahnya jika aku meminta bantuannya. Tak banyak percakapan yang terjadi. Dia dengan senang hati membantuku untuk membawa kabar kegiatan ini.

3 bulan 19 hari berlalu, kami tak lagi bertegur sapa. Aku mencoba untuk menghubunginya lagi. Percakapan itu kembali dimulai. Sangat sederhana. Kami mulai bercerita tentang kesibukan kita saat ini. Kamu kuliah apa? Jurusannya apa? Serta pertanyaan sederhana lainnya mewarnai percakapan kami berdua. Sebenarnya percakapan kami hanyalah percakapan biasa. Tapi entah kenapa aku seperti semakin mengenalnya.

Percakapan kita mulai intens. Tak hanya tentang kuliah lagi, kau juga mulai bercerita tentang kisahmu. Ceritamu. Aku hanya berusaha menjadi pendengar yang baik. Aku pun mulai terbuka untuk menceritakan “ceritaku”. Tapi setelah itu kita kembali tak bertegur sapa. 1 bulan 39 hari berlalu. Percakapan sederhana itu kembali terjadi. Saat ini lebih terbuka, seakan kita sudah menjadi kawan sejak lama. Padahal kita belum pernah bertatap muka.

20140106_020829_tulisan-tangan-handwriting

Cerita ini sepertinya tak jauh-jauh dari media sosial. Kita kembali “bertemu” di “instagram”. Terlihat aneh saja ketika kita malah berbalas pesan di kolom komentar. Akhirnya kita pindah ke “LINE”. Hahaha, kisah macam apa yang terjadi seperti ini.

Sejak hari itu kita menjadi semakin terbiasa dengan satu sama lain. Walau tak pernah bertemu, sepertinya aku semakin mengenalmu. Ada satu hal yang paling menarik yang bagiku ketika mengenalmu. Kita memiliki golongan darah yang sama. Aku yakin itu tidak terlalu penting. Namun aku yakin ada banyak kesamaan di antara kita.

Sebenarnya banyak hal yang ingin aku ceritakan. Tapi apalah daya aku bukan orang yang tahu segala seluk beluk cerita ini. Saat ini aku hanya mampu menjadi pembaca ceritamu. Bahkan selamanya aku hanya bisa menjadi pembaca ceritamu. Terima kasih telah berbagi cerita. Ceritamu.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: