Merasa Sepi di Keramaian

“Padahal saat itu ada ratusan bahkan ribuan pasang mata disana.”

Momen ini adalah momen yang sering saya rasakan semenjak saya memasuki bangku perkuliahan. Acap kali momen ini muncul saat diri ini sedang bersama teman-teman atau siapapun yang berada pada ruang dan waktu yang sama dengan saya. Entah kenapa hati ini terasa kesepian, ibarat hidup di tanah lapang tanpa teman. Padahal saat itu ada ratusan bahkan ribuan pasang mata disana.

Perlahan tapi pasti hal ini mulai terjawab. Distorsi lingkungan dan kebudayan adalah salah satu faktornya. Namun dibalik itu semua ada hal yang lebih penting yang mulai saya sadari. Hati ini ternyata butuh sesuatu untuk dicintai. Namun bukan sembarang cinta. Bukan kecintaan terhadap sesuatu yang fana. Akan tetapi kecintaan terhadap zat yang Maha Mencinta. Cinta yang benar-benar hadir karena jalan kerinduan yang amat panjang. Mencintai zat yang menciptakan kita.

Hati ini mulai kembali menemukan nafasnya. Hati ini mulai kembali menemukan hidupnya. Hati ini akhirnya mengerti akan obat atas penyakit yang juga ikut menua. Terimakasih ilahi karena engkau masih mengetuk hati ini. Membuat saya kembali mengerti dan menyadari bahwa hidup ini hanyalah demi ilahi. Terimakasih.

Jatinangor, 29 April 2015

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: